teman berproses

FOMO

Pernah gak sih kalian merasa takut tertinggal dari lingkungan sekitar yang seolah-olah bergerak “lebih cepat”? Hal tersebut disebut FOMO akronim dari Fear Of Missing Out. FOMO dipelajari selama beberapa dekade terakhir makalah penelitian tahun 1996 oleh para ahli strategi pemasaran Dr. Dan Herman yang menciptakan istilah “Fear Of Missing Out”. FOMO mengacu pada persepsi bahwa orang lain menjalani kehidupan yang lebih baik daripada kita. Hal ini melibatkan rasa iri dan mempengaruhi harga diri. FOMO juga termasuk perasaan bahwa kita tertinggal atau kehilangan sesuatu hal, yang secara fundamental pentig, yang dialami orang lain saat ini. 

FOMO saat ini diperburuk dengan adanya sosial media, sejak munculnya sosial media FOMO dipelajari lebih dalam lagi. Beberapa platform sosial media menciptakan tempat atau wadah untuk membual, disanalah hal-hal, peristiwa, bahkan kebahagiaan itu sendiri kadang-kadang tampak bersaing. FOMO ditemukan terkait dengan rendahnya pemenuhan kebutuhan seseorang serta perasaan kepuasan hidup yang rendah secara umum yang menyebabkan kurangnya perasaan bahagia, selain itu FOMO dapat menyebabkan keterlibatan yang lebih besar dalam perilaku yang tidak sehat, misalnya suatu studi menemukan bahwa FOMO dikaitkan dengan gangguan mengemudi yang dapat membahayakan bahkan mematikan.

Penelitian juga menunjukan bahwa rasa takut kehilangan dapat berasal dari ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan dengan kehidupan dan perasaan ini dapat mendorong kita ke penggunaan media sosial yang lebih besar. Maka beberapa tips dari Teman Berproses untuk mengatasi FOMO yaitu :

  1. Ubah Fokus
    Daripada mencari kekurangan kamu, coba perhatikan apa yang sudah dimiliki
  2. Buat Jurnal
    Mencatat dalam jurnal dapat menggeser fokus dari “public approval” menjadi “private appreciation”
  3. Cari Koneksi Nyata
    Buatlah rencana jalan-jalan, berceritalah kepada teman, atau lakukanlah kegiatan sosial untuk menghilangkan rasa “missing out”
  4. Gratitude
    Kamu akan menyadari atas banyaknya hal yang sudah kamu miliki, yang belum tentu orang lain miliki juga.

 
 

Leave a Comment

Your email address will not be published.